Upaya sosialisasi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat Karhutla. Pasalnya, sebagian besar kebakaran lahan dipicu oleh aktivitas manusia yang kurang memperhatikan risiko lingkungan di sekitarnya.
Selain memperkuat kesiapsiagaan daerah, apel siaga itu juga menjadi momentum membangun komitmen bersama antarwilayah di Sumatera Barat dalam menciptakan sistem penanganan bencana yang lebih terpadu dan responsif.
Melalui sinergi lintas daerah tersebut, pemerintah daerah berharap upaya pencegahan dan penanganan Karhutla dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalkan sejak dini. (*)