“Semua sudah dipersiapkan dan rencana pembangunan jalan akan lebih dahulu dikerjakan, ada dua solusi yang kami tawarkan, pertama jalan lama dipelebar atau membangun akses jalan baru,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPJN Sumatera Barat Elsa Putra Friandi menyampaikan dukungan penuh terhadap pembangunan fasilitas pendidikan di Kabupaten Tanah Datar, khususnya dari sisi infrastruktur dan aksesibilitas jalan menuju lokasi Sekolah Rakyat.
Elsa mengatakan, keberadaan infrastruktur yang memadai menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan sekolah tersebut. Ia juga memastikan proses survei dan pengumpulan data lokasi akan segera dilakukan untuk kebutuhan penganggaran pembangunan.
“Ini adalah program prioritas Presiden RI, tadi ada juga arahan dari menteri PU dan kami diperintahkan untuk melakukan survei lokasi pembangunan SR. Kami akan mengumpulkan data-data lokasi untuk dilakukan penganggaran pembangunannya,” ujarnya.
Dukungan terhadap pembangunan Sekolah Rakyat juga datang dari masyarakat sekitar. Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra mengatakan antusiasme warga cukup tinggi dalam mendukung hadirnya fasilitas pendidikan baru di Nagari Tanjung Alam.
Menurut Anton, masyarakat bahkan telah menyatakan kesediaannya menyerahkan sebagian lahan guna mendukung pembangunan akses jalan menuju lokasi sekolah.
“Dengan hadirnya SR di Nagari Tanjung Alam ini, partisipasi masyarakat cukup tinggi dan untuk akses jalan menuju lokasi SR masyarakat telah bersedia menyerahkan lahannya, artinya masyarakat sekitar mendukung penuh pembangunan SR ini,” katanya.
Dalam peninjauan tersebut, turut hadir Sekretaris Daerah Abdurrahman Hadi, jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Tanjung Baru, Wali Nagari Tanjung Alam, serta sejumlah pihak terkait lainnya. (*)