Pemerintah provinsi juga menilai penguatan pembinaan melalui sekolah berasrama penting sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai persoalan sosial di kalangan remaja. Sejumlah persoalan seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan menyimpang, hingga kecanduan game online dinilai perlu diantisipasi melalui pengawasan dan pembinaan yang lebih intensif.
Selain itu, pembangunan asrama juga diharapkan mampu meringankan beban keluarga siswa, khususnya pelajar dari daerah terpencil yang harus menempuh perjalanan jauh untuk mengakses layanan pendidikan.
“Kita ingin seluruh anak-anak Sumbar memiliki peluang yang sama untuk berkembang. Jangan sampai ada siswa yang kehilangan kesempatan mendapatkan pendidikan terbaik hanya karena keterbatasan akses,” katanya.
Pada tahap awal, pembangunan asrama akan diprioritaskan di sekolah-sekolah favorit yang memiliki cakupan siswa lintas kabupaten dan kota. Pemerintah provinsi menargetkan minimal terdapat satu sekolah unggulan berasrama di setiap kabupaten dan kota di Sumbar secara bertahap.
“Target awal kita, setiap kabupaten dan kota memiliki minimal satu sekolah favorit dengan fasilitas asrama. Dengan begitu manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat,” ungkap Mahyeldi.
Ia menambahkan, sekolah yang diprioritaskan dalam program tersebut merupakan sekolah dengan jumlah siswa besar, memiliki kesiapan lahan pembangunan, serta mendapat dukungan dari komite sekolah, orang tua siswa, dan masyarakat sekitar.
Selanjutnya, pembangunan asrama juga akan difokuskan pada sekolah-sekolah di wilayah dengan akses pendidikan dan transportasi terbatas sebelum nantinya diperluas ke lebih banyak sekolah menengah atas di Sumbar.
Mahyeldi berharap rencana pengembangan fasilitas pendidikan tersebut mendapat dukungan dari seluruh pihak, baik legislatif maupun masyarakat luas. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang penting untuk mempersiapkan generasi muda Sumbar menghadapi tantangan masa depan.