Sumbardaily.com – Potensi peningkatan tekanan inflasi di Sumatera Barat (Sumbar) menjelang Hari Raya Idul Adha 2026 mulai menjadi perhatian Bank Indonesia (BI) Sumbar.
Kenaikan konsumsi masyarakat, ancaman dampak El Nino, hingga potensi terganggunya pasokan pangan nasional dinilai dapat memicu kenaikan harga sejumlah komoditas jika tidak diantisipasi sejak dini.
Peringatan tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram, dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Triwulan II di Aula Anggun Nan Tongga, Kantor BI Sumbar, Selasa (12/5/2026).
Menurut Ikram, meskipun inflasi Sumbar hingga April 2026 masih berada dalam rentang target nasional sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen, pemerintah daerah tetap diminta meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi lonjakan harga menjelang Idul Adha.
Ia mengatakan kondisi inflasi yang masih terkendali saat ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, TPID, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Ini hasil kerja keras dan sinergi antara gubernur, bupati, wali kota, TPID, Pertamina, Hiswana Migas, dan seluruh stakeholder lainnya,” ujar Ikram, dikutip Sabtu (16/5/2026).
Meski demikian, BI Sumbar menilai terdapat sejumlah faktor yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dalam beberapa waktu ke depan, terutama menjelang meningkatnya aktivitas ekonomi dan konsumsi masyarakat saat Idul Adha.