Ia mengatakan, proses seleksi Paskibraka bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pembentukan mental, etika, dan jiwa kepemimpinan bagi generasi muda.
“Kalian adalah anak-anak pilihan yang dipercaya membawa nama baik Pasaman Barat. Jadikan setiap proses yang dijalani sebagai pengalaman untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Terus belajar dan jadilah teladan bagi generasi muda lainnya,” katanya.
Yulianto juga menilai kegiatan Paskibraka memiliki peran strategis dalam membentuk Generasi Emas 2045 yang berintegritas dan memiliki semangat nasionalisme tinggi di tengah perkembangan zaman.
“Di tengah berbagai pengaruh negatif saat ini, kegiatan seperti Paskibraka sangat penting untuk membangun karakter generasi muda menjadi lebih baik,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, ia turut menyampaikan apresiasi kepada para orang tua, pelatih, dan jajaran pembina yang telah memberikan dukungan penuh kepada peserta hingga mampu bersaing di tingkat provinsi.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pasaman Barat, Yosmar Difia, menjelaskan bahwa empat pelajar tersebut merupakan hasil seleksi terbaik tingkat kabupaten.
Adapun peserta yang mewakili Pasaman Barat yakni Ade Kurniawan dari SMA Negeri 1 Koto Balingka, Ragif Pratama dari SMA Negeri 2 Pasaman, Clawdya Sarma dari MAN 5 Pasaman Barat, dan Ainun Niswah Batubara dari SMA Negeri 1 Pasaman.
Menurut Yosmar, seluruh peserta telah menyelesaikan tahapan seleksi tingkat provinsi dan kini tinggal menunggu pengumuman hasil akhir.