Sumbardaily.com - Di tengah gempuran produk modern dan perubahan tren fesyen, kain ulos khas Batak justru menemukan ruang baru untuk berkembang sebagai bagian dari kekuatan ekonomi kreatif.
Lewat sentuhan inovasi dan pemberdayaan masyarakat lokal, kain tradisional tersebut kini tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Upaya itu terlihat dari perkembangan Sakkamadeha Gallery and Workshop yang berada di Desa Lumban Suhi Suhi Toruan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara (Sumut).
UMKM berbasis budaya lokal tersebut terus berkembang setelah mendapatkan dukungan dari Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut sejak tahun 2020.
Sakkamadeha menjadi salah satu contoh bagaimana UMKM mampu mengolah budaya lokal menjadi produk ekonomi kreatif bernilai tinggi.
Melalui pemberdayaan para penenun lokal dan pengembangan produk berbasis kain ulos, usaha tersebut berhasil membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Nama Sakkamadeha sendiri memiliki makna “Pohon Kehidupan” dalam bahasa Batak. Filosofi tersebut menjadi fondasi usaha yang dibangun Stella Florensia Hutajulu bersama timnya.