Sementara pada race day yang digelar 9 Agustus mendatang, peserta akan melintasi sejumlah ikon wisata Kota Padang seperti kawasan Pantai Padang, Kota Tua, hingga Bukit Gado-Gado.
Panitia menyiapkan beberapa kategori lomba, yakni 5K, 10K, dan 21K. Selain itu, tersedia kategori khusus untuk anak usia 6 hingga 12 tahun serta kategori lansia sebagai bagian dari kampanye kota sehat dan ramah untuk semua kalangan.
Menurut Yulviadi, minat masyarakat terhadap BOM Run 2026 terus meningkat. Hingga saat ini, sekitar 1.900 pembeli tiket telah terdata dan mayoritas peserta berasal dari luar Kota Padang bahkan luar Sumatera Barat (Sumbar).
Kondisi tersebut diyakini akan memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat lokal karena meningkatnya kunjungan peserta serta wisatawan ke Kota Padang.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyambut positif penyelenggaraan BOM Run 2026. Ia menilai event tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan sport tourism di Kota Padang.
Menurut Fadly Amran, kegiatan olahraga berskala besar dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan potensi wisata daerah sekaligus menggerakkan berbagai sektor ekonomi masyarakat.
“Kami mendorong agar event lari ini tidak sekadar olahraga, tetapi juga terhubung dengan sektor pariwisata, konservasi laut, pemanfaatan wilayah Kota Tua, hingga aspek gastronomi,” kata Fadly Amran.
Pemko Padang bersama panitia berharap BOM Run dapat berkembang menjadi agenda tahunan berskala nasional yang mampu menghadirkan pengalaman wisata olahraga bagi peserta sekaligus memperkuat promosi wisata Kota Padang.