Ia menambahkan, hubungan antara Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dengan ANGKASA Malaysia diharapkan tidak hanya berhenti pada bantuan kemanusiaan, tetapi juga dapat berkembang ke berbagai sektor lainnya, terutama dalam pengelolaan koperasi modern dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Presiden ANGKASA Malaysia, Datok Haji Kamarudin Bin Ismail, mengatakan kunjungan rombongan ke Pasaman Barat menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan persaudaraan dan kerja sama antara kedua pihak.
Menurutnya, bantuan kemanusiaan tersebut sebenarnya telah direncanakan sejak dua bulan lalu. Namun, realisasinya baru dapat dilakukan bersamaan dengan agenda kunjungan ANGKASA Malaysia ke Pasaman Barat.
Selain memberikan bantuan sosial, ANGKASA Malaysia bersama BAZNAS RI juga mendorong pengembangan koperasi kariah masjid sebagai salah satu instrumen penguatan ekonomi masyarakat berbasis komunitas.
“Koperasi masjid tidak hanya menjadi wadah ekonomi masyarakat, tetapi juga sarana membangun kemandirian secara kolektif. Di kawasan Makkah dan Madinah, aktivitas ekonomi tumbuh di sekitar masjid. Konsep inilah yang sedang kami galakkan,” jelas Datok Haji Kamarudin Bin Ismail.
Di sisi lain, Ketua BAZNAS Pasaman Barat, Devi Irawan, memastikan bantuan yang telah diserahkan akan segera direalisasikan dan disalurkan kepada masyarakat sesuai kebutuhan di lapangan, khususnya bagi warga yang terdampak banjir dan longsor.
Melalui kolaborasi tersebut, BAZNAS RI dan ANGKASA Malaysia berharap bantuan yang diberikan tidak hanya membantu masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui penguatan koperasi masjid di Pasaman Barat. (*)