Sumbardaily.com - Peluang usaha berbasis kuliner tradisional terus dikembangkan di Solok Selatan. Salah satunya melalui pelatihan teknis pembuatan kue tampah yang diikuti puluhan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) pengolahan aneka kue dari berbagai nagari di daerah tersebut.
Kue tampah atau yang juga dikenal sebagai kue nampan merupakan sajian berisi beragam jenis kue dan kudapan yang ditata rapi di atas tampah. Sajian ini umumnya terdiri dari kue basah maupun jajanan tradisional bercita rasa manis dan gurih yang sering digunakan untuk hantaran pernikahan, arisan, hingga berbagai acara adat dan keluarga.
Pelatihan tersebut digelar Pemerintah Kabupaten Solok Selatan melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 Mei 2026, di Aula Hotel Pesona Alam Sangir.
Sekretaris Daerah Solok Selatan, H. Syamsurizaldi, yang hadir mewakili bupati menilai UMKM memiliki daya tahan kuat dalam menghadapi berbagai tekanan ekonomi. Menurutnya, sektor usaha kecil terbukti mampu bertahan dalam berbagai situasi krisis.
“Saat krisis inflasi tahun 1998, UMKM terbukti mampu bertahan. Kemudian pada periode 2020–2021, terjadi perubahan besar dengan hadirnya teknologi dan digitalisasi. UMKM yang mampu beradaptasi dengan digital marketing dapat bertahan, sementara yang tidak mampu mengadopsi teknologi perlahan mulai tertinggal,” ujar Syamsurizaldi, Rabu (6/5/2026).
Ia mengatakan, ketahanan UMKM perlu diperkuat melalui dukungan kebijakan, pembinaan berkelanjutan, serta kemudahan akses permodalan melalui sinergi dengan perbankan, BUMN, dan sektor swasta.
“Pemberdayaan UMKM dan IKM menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan periode 2025-2030 dalam mewujudkan Solok Selatan makin maju dan sejahtera,” katanya.