Jembatan Darurat Segera Dibangun Usai Insiden Lansia Hanyut di Sungai Batang Anai

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Kamis, 7 Mei 2026 | 05:19 WIB
Warga di Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, menggunakan rakit darurat berbahan drum menyeberangi sungai setelah Jembatan Anduriang ambruk akibat banjir bandang pada November 2025. (Foto: Pemkab Padang Pariaman
Warga di Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, menggunakan rakit darurat berbahan drum menyeberangi sungai setelah Jembatan Anduriang ambruk akibat banjir bandang pada November 2025. (Foto: Pemkab Padang Pariaman



Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Wakil Bupati Rahmat Hidayat, Penjabat Sekretaris Daerah Hendra Aswara, Ketua TP PKK Nita Azis, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), serta Camat 2x11 Kayu Tanam.





Melihat kondisi di lapangan, John Kenedy Azis menegaskan bahwa kejadian serupa tidak boleh terulang karena berpotensi menimbulkan korban jiwa. Ia langsung menginstruksikan percepatan pembangunan jembatan darurat sebagai solusi sementara.





“Pengerjaan jembatan darurat harus sudah dimulai. Kami minta dukungan masyarakat agar pembangunan ini berjalan lancar,” tegasnya.





Ia juga meminta Dinas Pekerjaan Umum bersama OPD terkait untuk segera mengeksekusi pembangunan jembatan darurat agar akses masyarakat dapat kembali aman.





Selain itu, John Kenedy Azis menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap proses pembangunan. Ia meminta seluruh perangkat nagari, mulai dari wali korong hingga camat, untuk memantau perkembangan pekerjaan secara rutin dan melaporkannya secara berkala.





Sebagai bentuk apresiasi atas aksi penyelamatan tersebut, Pemkab Padang Pariaman memberikan penghargaan kepada Kadri Maiwansyah. Bupati secara langsung menyerahkan sebuah telepon seluler kepada pemuda tersebut sebagai tanda terima kasih.





Diketahui, lokasi penyeberangan Sungai Batang Anai sebelumnya dilengkapi jembatan yang menghubungkan wilayah Kayu Tanam dengan Nagari Anduring. Namun, jembatan tersebut runtuh akibat banjir saat bencana hidrometeorologi pada November 2025.





Sejak saat itu, warga terpaksa menggunakan jalur penyeberangan alternatif yang berisiko tinggi, terutama saat debit air meningkat. Kondisi ini menjadi salah satu faktor utama terjadinya insiden hanyutnya lansia tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X