Selain menimpa rumah warga, katanya, longsor juga menyebabkan akses jalan di wilayah tersebut tertutup material tanah dan pohon tumbang. Akibatnya, kendaraan tidak dapat melintas.
"Di Kecamatan Matur, longsor juga berdampak pada ruas jalan di Jorong Parik Panjang, Nagari Parik Panjang. Jalur sempat tertutup dan hanya bisa dilalui dengan sistem buka tutup setelah dilakukan pembersihan material," katanya.
Sementara itu, Tim SAR Gabungan bergerak cepat setelah menerima laporan dari wali nagari. Pada pukul 00.35 WIB, tim dari Unit Siaga SAR Agam diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan enam personel. Perjalanan menuju lokasi memakan waktu hampir dua jam.
Setibanya di lokasi pada pukul 02.15 WIB, tim langsung melakukan koordinasi dengan unsur terkait dan melanjutkan pencarian bersama tim gabungan.
Operasi ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Kabupaten Agam, Basarnas, PMI, Kelompok Siaga Bencana (KSB), perangkat nagari, serta masyarakat setempat. Total puluhan personel dikerahkan dalam proses evakuasi.
Peralatan yang digunakan dalam operasi ini meliputi rescue car, peralatan vertical rescue, peralatan SAR air, perlengkapan medis, komunikasi, evakuasi, hingga dukungan posko lapangan.
"Meski demikian, proses evakuasi tidak berjalan tanpa hambatan walaupun kondisi tanah yang masih labil menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan," kata Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik.
Hingga laporan terakhir, seluruh korban telah berhasil dievakuasi, dengan satu korban meninggal dunia dan lainnya selamat. (adl)