Sumbardaily.com – Program Hunian Sementara Sehat dan Layak (Hunsela) menjadi solusi nyata bagi masyarakat terdampak bencana di Kota Padang. Melalui inisiatif ini, Universitas Andalas (Unand) bersama alumni dan berbagai mitra menyerahkan hunian sementara kepada warga di kawasan Lubuk Gajah Kampuang Koto, Piai, pada Sabtu (2/5/2026).
Hunsela dirancang sebagai tempat tinggal sementara yang layak dan sehat bagi warga yang kehilangan rumah akibat bencana. Program ini diinisiasi oleh Pusat Studi Bencana Unand dengan dukungan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unand, IKA fakultas, serta sejumlah lembaga dan komunitas peduli bencana.
Penggagas program, Prof. Fauzan, menjelaskan bahwa pembangunan Hunsela difokuskan untuk membantu warga terdampak di kawasan Ujung Jembatan Batu Busuak. Hunian tersebut dibangun di atas tanah milik kaum masyarakat di wilayah Piai sebagai langkah awal pemulihan.
“Ini merupakan langkah awal pemulihan. Kami memanfaatkan tanah kaum yang tersedia agar masyarakat tetap bisa tinggal dan beraktivitas,” ujarnya, dikutip Minggu (3/5/2026).
Ia menambahkan, sebelumnya Unand telah lebih dulu membangun 11 unit Hunsela di Kampung Talang dengan mengadopsi konsep hunian sementara yang pernah diterapkan di Pasaman Barat. Selain itu, upaya jangka panjang juga dilakukan melalui pembangunan hunian tetap (huntap).
Di Kampung Talang, bantuan hunian tetap telah diberikan oleh Kadin dan kawasan tersebut dikembangkan menjadi kampung adat berbasis agrowisata budaya. Hal ini menunjukkan bahwa program penanganan pascabencana tidak hanya berhenti pada tahap darurat, tetapi juga diarahkan pada pemulihan berkelanjutan.
Untuk lokasi Piai, saat ini telah berdiri tujuh unit Hunsela. Rinciannya, empat unit berasal dari bantuan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi), sementara tiga unit lainnya merupakan kontribusi dari IKA Farmasi Unand.