Sumbardaily.com – Kinerja BTPN Syariah pada kuartal pertama 2026 menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan aset dan pembiayaan yang stabil. Pencapaian ini dinilai tidak terlepas dari strategi pendampingan nasabah yang menjadi fokus utama perusahaan dalam melayani masyarakat inklusi.
Sepanjang periode tersebut, bank berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp319 miliar. Sementara itu, total aset mencapai Rp23,2 triliun atau tumbuh 7 persen secara tahunan atau Year on Year (YoY). Dari sisi penyaluran pembiayaan, BTPN Syariah mencatatkan angka Rp10,6 triliun atau meningkat 4 persen secara YoY.
Direktur BTPN Syariah, Fachmy Achmad, menyampaikan bahwa capaian ini mencerminkan efektivitas strategi pendampingan yang diterapkan kepada nasabah. Menurutnya, kualitas pembiayaan menjadi faktor utama yang menopang pertumbuhan kinerja bank.
“Momentum kuartal pertama menunjukkan bahwa model pendampingan yang kami terapkan berkontribusi pada kualitas pembiayaan. Kami melihat meningkatnya kepercayaan nasabah serta ketahanan usaha mereka, yang pada akhirnya memperkuat kualitas Bank,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (30/4/2026).
Ia menambahkan, pada tahun 2026 pihaknya tetap melanjutkan fokus yang telah dijalankan pada tahun sebelumnya, sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah berbagai tantangan.
Pendampingan nasabah dilakukan secara intensif melalui pendekatan yang tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga membentuk perilaku unggul. Setiap nasabah didorong untuk menerapkan empat prinsip BDKS, yaitu Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu.
Peran Community Officer (CO) menjadi krusial dalam implementasi strategi tersebut. Sebagai garda terdepan, CO hadir langsung di tengah nasabah melalui kegiatan Pertemuan Rutin Sentra (PRS). Dalam forum ini, pendampingan diberikan menggunakan modul yang disesuaikan dengan kebutuhan usaha ultra mikro.