Peserta program diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, dampak positif dari kegiatan ini dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas P3APPKB Kota Bukittinggi, Susi Yanti, menjelaskan bahwa program Sekolah Keluarga telah berjalan sejak tahun 2018.
Program ini dirancang untuk memberikan bekal kepada orang tua dalam menjalankan fungsi keluarga secara optimal.
Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini berfokus pada peningkatan pemahaman terkait pengasuhan anak berbasis delapan fungsi keluarga.
Selain itu, program juga mencakup edukasi mengenai kesehatan keluarga, perlindungan anak, serta pembentukan karakter.
“Kegiatan Sekolah Keluarga Gemilang Tahun 2026 dilaksanakan sebanyak 15 kali pertemuan. Dua di antaranya berupa kuliah umum yang dilaksanakan di Aula Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi. Kuliah umum pertama narasumber Ketua TP PKK Kota Bukittinggi, Ny. Yesi Endriani Ramlan, yang juga merupakan inisiator sekolah keluarga. Sementara kuliah umum kedua direncanakan pada awal Juli dengan narasumber Buya Dr. Gusrizal Gazahar yang akan membahas makna dan tujuan pernikahan,” jelasnya.
Melalui pelaksanaan program ini, Pemerintah Kota Bukittinggi berharap dapat menciptakan keluarga yang tangguh, harmonis, serta mampu beradaptasi dengan dinamika perkembangan zaman.
Program ini juga diharapkan mampu mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat, cerdas, dan berlandaskan nilai-nilai religius.(*)