Ia menambahkan, pemahaman statistik yang kuat di tingkat nagari juga akan berkontribusi terhadap terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
Sementara itu, Kepala BPS Solok Selatan, Roby, menegaskan bahwa desa memiliki peran penting sebagai pengguna sekaligus pengelola data. Oleh sebab itu, peningkatan literasi statistik menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.
“Desa merupakan unit pemerintahan paling dasar yang berinteraksi langsung dengan data. Peningkatan literasi statistik menjadi penting agar masyarakat mampu memahami serta memanfaatkan data secara optimal,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, masing-masing nagari yang telah ditunjuk akan menyelenggarakan berbagai kegiatan statistik, mulai dari pengumpulan, pengolahan hingga penyajian data. Kegiatan ini juga mendapat pengawasan langsung dari camat serta pembinaan teknis dari BPS.
Pencanangan Desa Cantik 2026 turut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan antara pemerintah daerah, pemerintah nagari, dan BPS Solok Selatan.
Kesepakatan tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam mendukung peningkatan kualitas pengelolaan data di tingkat nagari.
Melalui program ini, diharapkan nantinya akan tersedia data mikro yang akurat dan dapat digunakan sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran, khususnya di tingkat desa atau nagari.
Tidak hanya itu, nagari-nagari yang telah ditetapkan sebagai Desa Cantik juga akan mengikuti kompetisi dengan desa lainnya di seluruh Indonesia.