Stunting di Pasaman Barat 12,4 Persen, 1.110 Balita dalam Kondisi Rentan

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Sabtu, 25 April 2026 | 11:19 WIB
Pengukuran balita untuk mengetahui prevalensi stunting (Foto: Dok Diskominfo Padang)
Pengukuran balita untuk mengetahui prevalensi stunting (Foto: Dok Diskominfo Padang)


Sumbardaily.com – Prevalensi stunting di Pasaman Barat tercatat mencapai 12,4 persen atau sekitar 4.056 balita. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.110 balita diketahui hidup dalam kondisi sosial ekonomi rentan dengan keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar seperti hunian layak, sanitasi, air minum bersih, hingga listrik.





Situasi ini menjadi perhatian serius Pemkab Pasaman Barat yang kini memperkuat upaya penurunan stunting melalui intervensi lintas sektor yang lebih terintegrasi.





Langkah tersebut juga mendapat dukungan dari Tanoto Foundation yang kembali menetapkan daerah ini sebagai mitra dalam program percepatan pencegahan dan penurunan stunting (P3S).





Berdasarkan hasil pemadanan data e-PPGBM dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) 2025, faktor penyebab stunting di Pasaman Barat tidak hanya berkaitan dengan asupan gizi, tetapi juga dipengaruhi kondisi lingkungan serta tingkat kemiskinan keluarga.





Project Management Unit Coordinator Tanoto Foundation, Felly Ardan, menyampaikan bahwa Pasaman Barat dinilai memiliki komitmen kuat dalam penanganan stunting. Selama masa pendampingan periode 2022–2024, berbagai capaian telah diraih.





Beberapa di antaranya adalah penyusunan Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku (SKPP) melalui Peraturan Bupati Nomor 45 Tahun 2021, pengembangan modul pelatihan bagi dai serta tokoh agama dan budaya, pelatihan terhadap 25 dai, hingga pelaksanaan pra-rembuk bersama perusahaan perkebunan.





Sementara itu, Bupati Pasaman Barat, Yulianto, menegaskan bahwa persoalan stunting masih menjadi tantangan besar yang harus ditangani secara menyeluruh dan berkelanjutan.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X