“Masyarakat memang butuh ruang terbuka dengan udara yang bersih. Hari ini kita lihat sendiri, untuk beberapa jam kendaraan kita rehat sejenak, dan masyarakat bisa menikmati suasana yang lebih sehat, lebih segar, dan penuh kebersamaan. Salah satu yang penting juga adalah bergeraknya ekonomi masyarakat karena keterlibatan UMKM,” ujarnya.
Antusiasme serupa juga dirasakan warga. Rina (34), salah seorang pengunjung yang datang bersama keluarga, mengaku sengaja hadir lebih awal agar anaknya bisa bermain dengan leluasa.
“Pulau Punjung makin padat ya. Biasanya susah cari tempat buat anak main di luar. Hari ini Alya senang sekali, karena bebas kendaraan dia juga bisa lepas bersepeda. Saya bersama suami mengikutinya lari-lari dari belakang,” katanya.
Tingginya partisipasi masyarakat pada pelaksanaan perdana ini menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan program CFD di Dharmasraya. Kehadiran warga dalam jumlah besar dinilai sebagai indikator bahwa kegiatan ini berpotensi menjadi agenda rutin yang dinanti-nantikan.
Selain menghadirkan ruang interaksi sosial, kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi melalui keterlibatan pelaku UMKM lokal. Dengan demikian, Car Free Day tidak hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi juga sarana pemberdayaan masyarakat di daerah. (*)