Huntap BNPB Sepablock terus diperluas untuk mempercepat pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Sumatera Barat yang terjadi pada akhir November 2025. Program pembangunan hunian tetap (huntap) mandiri berbasis material inovatif ini kini menyasar dua wilayah baru, yakni Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Agam.
Perluasan ini dilakukan setelah sebelumnya program serupa diterapkan di Kota Padang dan Kabupaten Padangpariaman. Pemerintah berharap, skema hunian mandiri dengan teknologi Sepablock mampu menghadirkan solusi cepat, efisien, dan aman bagi masyarakat terdampak.
Pembangunan huntap BNPB Sepablock di Kabupaten Limapuluh Kota dimulai di Jorong Lubuk Aur, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh pada Rabu (15/4/2026). Kegiatan ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Sekretaris Utama BNPB Rustian bersama Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah kepala OPD, tokoh masyarakat setempat, serta perwakilan PT Semen Padang yang diwakili Kepala Unit Produksi BIP & Aplikasi, Yelmi Arya Putra.
Perluasan Program ke Kabupaten Agam
Selanjutnya, peletakan batu pertama huntap BNPB Sepablock juga dilakukan di Kabupaten Agam pada Kamis (16/4/2026). Lokasi pembangunan berada di Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Sestama BNPB Rustian bersama Wakil Bupati Agam Muhammad Ikbal, serta dihadiri Kepala Harian Unsur Pengarah BNPB Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana Widjaja.
Rustian menjelaskan bahwa penggunaan Sepablock dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari ramah lingkungan, desain lebih estetis, hingga proses pemasangan yang lebih cepat dibanding metode konvensional.