Sumbardaily.com - Peran Kelompok Siaga Bencana (KSB) kembali disorot sebagai elemen kunci dalam sistem kebencanaan di tingkat masyarakat. Pemerintah Kota (Pemko) Padang) menegaskan pentingnya kesiapsiagaan berbasis komunitas, terutama di wilayah yang memiliki risiko tinggi terhadap gempa bumi dan tsunami.
Penegasan itu disampaikan Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat menghadiri kegiatan Halalbihalal Idul Fitri 1447 Hijriah yang digelar KSB Padang Timur di Aula Kantor Camat Padang Timur, Sabtu (18/4/2026) siang.
Dalam kesempatan tersebut, Fadly mengingatkan bahwa kondisi geografis Sumatera Barat (Sumbar), khususnya Kota Padang, menempatkan daerah ini dalam kategori rawan bencana.
Berbagai hasil kajian ilmiah bahkan menunjukkan adanya potensi gempa besar yang dapat memicu tsunami.
“Bencana tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi. Oleh karena itu, peran KSB sangat penting sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana di masyarakat. Latihan kebencanaan harus terus dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kelurahan hingga kota,” katanya.
Menurutnya, kesiapan menghadapi bencana tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat melalui KSB yang berada langsung di lingkungan warga.
Momentum penguatan kapasitas ini, lanjut Fadly, semakin terbuka setelah Pemerintah Pusat mengembalikan dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk Kota Padang. Dana tersebut sesuai ketentuan difokuskan untuk penanganan bencana.