Sebanyak 13 juta botol akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan internal jaringan Muhammadiyah-Aisyiyah, sementara sisanya akan dipasarkan ke masyarakat umum. Permintaan dari luar jaringan bahkan sudah cukup tinggi karena harga produk Suryavena dinilai kompetitif dengan kualitas yang baik.
Investasi dan Target Operasional
Nilai investasi proyek pabrik infus Muhammadiyah ini diperkirakan mencapai Rp700 miliar hingga Rp800 miliar. Studi kelayakan telah melibatkan akademisi dari Institut Teknologi Bandung serta konsultan keuangan independen.
Sumber pendanaan akan berasal dari perbankan dan investor. Target operasional pabrik ditetapkan pada akhir 2027 atau awal 2028.
Jika terealisasi sesuai rencana, pabrik infus Muhammadiyah tidak hanya menjamin ketersediaan pasokan internal, tetapi juga menandai transformasi Muhammadiyah sebagai produsen di sektor hulu industri kesehatan nasional, bukan sekadar pengguna.(*)