BNPB Catat Rentetan Bencana Hidrometeorologi, Angin Kencang hingga Longsor Dominasi

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Sabtu, 18 April 2026 | 12:31 WIB
BNPB melaporkan bencana hidrometeorologi seperti angin kencang dan longsor di sejumlah wilayah Indonesia, berdampak pada ratusan warga. (Foto: Istimewa)
BNPB melaporkan bencana hidrometeorologi seperti angin kencang dan longsor di sejumlah wilayah Indonesia, berdampak pada ratusan warga. (Foto: Istimewa)



Bencana tanah longsor juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Rabu (15/4). Sebaran dampak berada di tiga kecamatan, yakni Pagedongan, Wanayasa, dan Madukara. Sebanyak enam keluarga tercatat rumahnya terancam longsoran. BPBD telah melakukan penanganan hingga Kamis (16/4).





Sementara di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, longsor terjadi pada Rabu (15/4) akibat hujan lebat. BPBD bersama dinas terkait telah melakukan penanganan darurat dan pembersihan material di sejumlah lokasi, seperti Desa Bojong Koneng, Situ Ilir, dan Sukaharja. Hingga Jumat (17/4), proses pembersihan masih berlangsung.





BPBD mencatat satu warga mengalami luka ringan. Sebanyak 10 kepala keluarga terdampak dan tujuh keluarga lainnya berada dalam kondisi terancam. Data sementara menunjukkan empat rumah mengalami rusak sedang dan enam rumah rusak ringan, sementara tujuh rumah lainnya terancam longsor.





Menanggapi kondisi tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah. Berdasarkan prakiraan cuaca, sebagian besar wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.





BNPB juga meminta BPBD di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota untuk terus memperbarui informasi potensi cuaca hingga ke tingkat desa. Pemantauan intensif terhadap curah hujan, terutama di wilayah hulu dan daerah pegunungan, dinilai penting untuk mengantisipasi risiko banjir dan longsor.





Selain itu, sistem peringatan dini yang didukung komunikasi yang efektif menjadi kunci dalam upaya mitigasi. Langkah ini diharapkan dapat mendorong tindakan cepat sehingga masyarakat dapat terhindar dari risiko bencana yang lebih besar.(*)


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X