SRU kedua menyisir aliran sungai menggunakan perahu rafting sejauh 2 kilometer ke arah hilir. Sedangkan SRU ketiga melakukan penyisiran darat di sepanjang sisi kiri dan kanan sungai sejauh 2 kilometer.
Namun hingga penghujung operasi hari kedua, korban kedua belum berhasil ditemukan. Kondisi lapangan menjadi kendala, termasuk hujan ringan yang masih turun serta keterbatasan komunikasi akibat adanya titik tanpa sinyal atau blankspot.
“Operasi SAR hari kedua kami hentikan pada pukul 17.45 WIB dengan hasil nihil untuk korban yang masih hilang. Pencarian akan dilanjutkan kembali pada Kamis pukul 07.30 WIB,” kata Abdul Malik.
Dalam operasi pencarian ini, total 79 personel gabungan dikerahkan, terdiri dari Pos SAR Pasaman, BPBD Kabupaten Pasaman, Polsek Bonjol, TNI, KSB Alahan Mati, serta dukungan sekitar 50 warga setempat. Berbagai peralatan utama digunakan, seperti rescue car, LCR, perahu rafting, serta perlengkapan evakuasi dan medis.
Upaya pencarian korban terseret arus sungai di Pasaman masih terus dilakukan dengan harapan korban kedua segera ditemukan. (*)