Sumbardaily.com – Peninjauan lokasi exit tol di wilayah perbatasan Agam dan Bukittinggi menjadi langkah krusial dalam menentukan arah pembangunan infrastruktur strategis di Sumatera Barat (Sumbar). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam bersama berbagai instansi lintas sektor turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan lokasi dan akses pendukung.
Kegiatan peninjauan tersebut dilaksanakan pada Selasa (14/4/2026), dengan menyasar dua titik utama yang diproyeksikan menjadi bagian penting dalam pembangunan jalan tol Padang–Pekanbaru ruas Sicincin–Bukittinggi.
Titik pertama berada di Jalan Raya By Pass Bukittinggi yang direncanakan sebagai lokasi exit tol, sementara titik kedua berada di ruas Jalan Kabupaten Ladang Laweh–Galuang di Kecamatan Banuhampu yang akan difungsikan sebagai jalan akses pendukung.
Peninjauan ini melibatkan berbagai pihak, baik dari pemerintah pusat maupun daerah. Di antaranya perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga, Bappeda Provinsi Sumbar, Dinas BMCKTR dan Dinas Perkintan Provinsi Sumbar.
Pemkab Agam yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, Pemerintah Kota Bukittinggi, Kejaksaan Negeri Agam dan Bukittinggi, Kantor Pertanahan, Dinas PUTR Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi, PT Hutama Karya (Persero), hingga unsur kecamatan dari Banuhampu dan Aur Birugo Tigo Baleh.
Fokus utama kegiatan ini adalah melihat secara langsung kondisi eksisting di lapangan. Selain itu, peninjauan juga bertujuan untuk memverifikasi kesiapan lahan serta menentukan titik simpang sebidang dan jalur akses yang akan digunakan dalam perencanaan pembangunan ke depan.
Selama kegiatan berlangsung, seluruh peserta melakukan observasi bersama terhadap berbagai aspek teknis. Mulai dari aksesibilitas wilayah, kondisi geometrik jalan, hingga potensi kendala yang mungkin dihadapi dalam proses pembangunan telah diidentifikasi secara langsung di lapangan.