“Kami menghubungi pihak keluarga, mendatangi siswa kami, berdiskusi dengan orang tua yang dituduh anaknya pelaku. Kami hubungi semua, kami berikan support. Dalam masalah ini kami tidak diam,” ungkapnya.
Selain itu, pihak sekolah juga berencana melakukan evaluasi internal guna mengetahui penyebab munculnya dugaan kasus tersebut.
Hingga saat ini, pihak sekolah mengaku belum dapat bertemu langsung dengan Bima karena yang bersangkutan masih menjalani observasi di rumah sakit jiwa. Proses penelusuran pun masih terus berlangsung untuk memastikan fakta yang sebenarnya di balik dugaan bullying di SMA Pertiwi 2 Kota Padang ini. (*)