Sumbardaily.com – Fenomena warga menambang emas secara tradisional di aliran Sungai Batang Kampar, Nagari Galugur, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, menjadi perhatian luas.
Aktivitas yang sebelumnya jarang terlihat ini kini mendadak ramai dan bahkan viral di media sosial, memperlihatkan perubahan drastis mata pencaharian masyarakat setempat.
Peralihan tersebut dipicu oleh anjloknya harga gambir yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi warga.
Banyak masyarakat yang sebelumnya mengandalkan sektor pertanian gambir kini memilih beralih ke sungai untuk mendulang emas demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Dalam sejumlah video yang beredar, terlihat warga bekerja di sepanjang tepian Sungai Batang Kampar dengan peralatan sederhana.
Mereka menggunakan sekop dan ember untuk mengangkat material tanah, yang kemudian disaring menggunakan dulang atau ayakan guna memisahkan butiran emas.
Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Syaiful Wachid, membenarkan adanya aktivitas tersebut. Ia menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan warga masih bersifat tradisional dan belum menggunakan alat berat.