Keputusan tersebut terbukti tepat. Dengan luas lahan sekitar satu hektar, kini kebun tersebut telah ditanami sekitar 9.300 batang cabe. Perubahan yang terjadi sangat signifikan, dari lahan yang dulunya dipenuhi semak kini menjadi area pertanian yang tertata rapi dan produktif.
Sawirman kini tengah menunggu masa panen yang diperkirakan akan berlangsung dalam waktu sekitar dua bulan ke depan. Ia berharap hasil panen nantinya dapat memberikan keuntungan yang maksimal.
“Semoga pada panen nanti yang lebih kurang dua bulan lagi, mendapatkan hasil panen yang maksimal,” tutupnya.
Kisah Sawirman menjadi gambaran nyata bahwa lahan tidur yang selama ini dianggap tidak bernilai, sebenarnya memiliki potensi besar jika dikelola dengan tepat. Dengan inisiatif dan kerja keras, lahan yang terbengkalai dapat diubah menjadi sumber penghidupan baru.
Langkah yang dilakukan Sawirman juga menjadi inspirasi bagi masyarakat luas, khususnya petani, untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan lahan yang ada. Upaya sederhana ini sekaligus menunjukkan bahwa sektor pertanian masih memiliki peluang besar untuk terus berkembang di tengah berbagai keterbatasan. (*)