Menurut kronologi, korban keluar dari rumah menuju kebunnya yang berada di dekat aliran sungai. Diduga saat berjalan, korban terpeleset dan jatuh ke Sungai Batang Sangir.
Seorang tetangga sempat mendengar suara seperti orang terjatuh, yang kemudian dilaporkan kepada pihak keluarga.
"Upaya pencarian telah dilakukan oleh keluarga dan masyarakat setempat, namun korban belum ditemukan hingga laporan resmi dibuat," ujarnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 06.31 WIB, Tim Rescue Unit Siaga SAR Solok Selatan langsung diberangkatkan menuju lokasi dengan kekuatan lima personel.
"Dalam operasi ini, Tim SAR Gabungan menggunakan sejumlah peralatan seperti rescue carrier, perahu rafting, peralatan SAR air, perlengkapan medis, alat komunikasi, serta peralatan SAR pendukung lainnya," kata Malik.
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, melaporkan bahwa kedua kejadian tersebut masuk dalam kategori kondisi membahayakan manusia sehingga membutuhkan respons cepat melalui Operasi SAR Gabungan.
Hingga saat ini, proses pencarian masih terus dilakukan di kedua lokasi. Tim SAR Gabungan bersama unsur terkait berupaya maksimal menyisir area perairan guna menemukan korban.
"Perkembangan lebih lanjut terkait hasil pencarian akan kami sampaikan secara berkala" tuturnya. (adl)