Lebih lanjut, Ahmad Zakri juga menyoroti adanya perbedaan waktu pelaksanaan Salat Idul Fitri yang berkembang di tengah masyarakat.
Ia mengimbau agar kondisi tersebut tidak disikapi secara negatif, melainkan dijadikan sebagai bagian dari dinamika yang harus dihadapi dengan bijak.
“Kita berharap perbedaan yang ada tidak menjadi persoalan, namun justru memperkuat sikap saling menghormati dan menjaga persatuan di tengah masyarakat,” katanya.
Dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan Salat Idul Fitri, panitia PHBI Provinsi Sumbar telah menyiapkan berbagai kebutuhan teknis.
Persiapan tersebut ditujukan agar pelaksanaan ibadah dapat berlangsung tertib, nyaman, dan khusyuk bagi seluruh jamaah yang hadir.
Pada pelaksanaan Salat Idul Fitri tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, direncanakan akan bertindak sebagai khatib.
Sementara itu, imam salat akan dipimpin oleh Imam Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Sumbar, Edi Salman.
Di sisi lain, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumbar, Edi Dharma, menyampaikan bahwa pemerintah daerah juga telah menyiapkan skenario alternatif apabila kondisi cuaca tidak mendukung.