“Jangan sampai karena tingkah laku satu-dua orang oknum, ini mencoreng nama pariwisata Kota Padang. Masyarakat ingin menikmati ‘Pulang Kampuang’ dengan pelayanan terbaik,” tegasnya.
Meski sejumlah fasilitas sudah mulai dibenahi, Fadly Amran mengakui masih ditemukan beberapa pelanggaran di lapangan yang memerlukan evaluasi.
Ke depan, Pemko Padang melalui Dinas Pariwisata akan terus melakukan pembinaan serta investasi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas destinasi wisata.
Langkah tersebut menjadi bagian dari program “Jelajah Padang”, yang bertujuan untuk memaksimalkan potensi pariwisata daerah sekaligus memberikan pengalaman wisata yang lebih baik bagi para pengunjung, terutama pada momentum libur Lebaran. (*)