“Kami juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga mitra kerja dan seluruh pihak terkait atas sinergi dan dukungan yang terus terjalin. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menjaga kelancaran distribusi energi kepada masyarakat,” katanya.
Sebagai bagian dari strategi penguatan layanan, Pertamina menyiagakan 296 SPBU yang beroperasi 24 jam serta 946 agen LPG siaga yang tersebar di seluruh wilayah operasional.
Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa hambatan, terutama saat puncak mobilitas mudik dan arus balik.
Tak hanya itu, sejumlah layanan tambahan juga dihadirkan untuk mendukung kenyamanan masyarakat. Di antaranya adalah 11 titik Serambi MyPertamina yang dilengkapi dengan 11 unit ambulans.
Selain itu, disiapkan pula 37 unit Motoris BBM dan 309 unit Pertamina Delivery Service (PDS) LPG untuk menjangkau kebutuhan energi secara lebih fleksibel.
Untuk memperkuat distribusi di jalur padat, Pertamina juga mengoperasikan 14 titik layanan BBM dan Kiosk Pertamina Siaga, serta menyiagakan 35 unit mobil tangki standby.
Fasilitas ini difokuskan pada wilayah strategis yang diprediksi mengalami peningkatan mobilitas selama Ramadan dan Idul Fitri.
Di sektor transportasi udara, Pertamina turut mengantisipasi peningkatan kebutuhan bahan bakar pesawat dengan melakukan build up stock Avtur di sejumlah Aviation Fuel Terminal (AFT).