Wilayah-wilayah tersebut kerap menjadi jalur utama kendaraan pemudik yang melintasi perbatasan Sumbar-Riau, sehingga berpotensi mengalami kepadatan arus lalu lintas saat volume kendaraan meningkat.
30 Personel Disiapkan untuk Operasi Ketupat
Zarwiko menjelaskan bahwa sebanyak 30 personel lalu lintas telah disiapkan untuk melakukan pengamanan sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat selama masa arus mudik Lebaran.
Personel tersebut tergabung dalam Operasi Ketupat dan akan difokuskan untuk membantu mengurai kemacetan di jalur mudik.
“Personel lantas 30 orang, nanti ditambah personel Sabhara. Khusus lantas dijadikan tim urai kemacetan. Kalau dalam Operasi Ketupat ini seluruh personel Polres Limapuluh Kota diturunkan,” ujarnya.
Selain menurunkan tim pengurai kemacetan, kepolisian juga mendirikan empat pos pengamanan di sejumlah titik strategis.
Empat pos pengamanan tersebut berada di Flyover Kelok 9, Sari Lamak, Harau, serta Kapalo Banda.
Keberadaan pos tersebut diharapkan dapat membantu pengawasan arus lalu lintas sekaligus memberikan pelayanan kepada pemudik yang melintasi jalur tersebut.
Arus Kendaraan Mulai Meningkat
Menurut Zarwiko, peningkatan arus kendaraan mudik sebenarnya sudah mulai terlihat pada Minggu (15/3/2026) atau H-6 Lebaran. Namun lonjakan tersebut masih tergolong tidak terlalu signifikan.