Menurut Fadli Zon, Rahmah El Yunusiyyah merupakan figur yang memiliki peran penting dalam sejarah pendidikan nasional sekaligus gerakan pemberdayaan perempuan.
Ia menilai keberanian Rahmah mendirikan lembaga pendidikan khusus perempuan pada usia yang masih sangat muda merupakan langkah visioner yang memberikan dampak besar bagi perkembangan pendidikan di Indonesia.
Menurut Fadli Zon, langkah Rahmah El Yunusiyyah dalam memperjuangkan pendidikan perempuan menjadi tonggak penting dalam sejarah pendidikan Islam di Indonesia. Gagasan dan perjuangannya telah membuka akses pendidikan bagi perempuan pada masa ketika kesempatan tersebut masih sangat terbatas.
Sementara itu, Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri, Fauziah Fauzan El Muhammady, menyampaikan harapannya agar kunjungan Menteri Kebudayaan dapat memperkuat perhatian pemerintah terhadap pelestarian sejarah dan nilai perjuangan Rahmah El Yunusiyyah.
Ia berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat mendorong pengembangan museum serta memperluas pemanfaatannya sebagai pusat edukasi sejarah, khususnya bagi generasi muda yang ingin memahami perjalanan pendidikan perempuan di Indonesia.
Di sisi lain, Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra, juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri Kebudayaan ke museum tersebut. Menurutnya, kehadiran pemerintah pusat menjadi dorongan penting bagi pemerintah daerah untuk terus menjaga dan mengembangkan warisan sejarah yang dimiliki daerah.
Allex menilai Rahmah El Yunusiyyah bukan hanya kebanggaan masyarakat Padang Panjang, tetapi juga tokoh penting dalam sejarah pendidikan perempuan di Indonesia. Ia berharap Museum Rahmah El Yunusiyyah dapat semakin dikenal oleh masyarakat luas dan menjadi sumber inspirasi bagi generasi penerus.
“Bunda Rahmah El Yunusiyyah merupakan kebanggaan Kota Padang Panjang sekaligus tokoh penting dalam sejarah pendidikan perempuan di Indonesia. Kami berharap Museum Rahmah El Yunusiyyah semakin dikenal luas dan menjadi inspirasi,” ujar Allex.