Sementara itu, pemilik toko sepatu dan sandal di Lantai II Blok A, Ahmad Rido, menilai kebijakan memasukkan pedagang musiman ke dalam area pasar memberikan dampak positif terhadap peningkatan jumlah pengunjung.
Menurutnya, keberadaan pedagang musiman membuat masyarakat semakin banyak masuk ke dalam area pasar sehingga turut meningkatkan aktivitas jual beli di berbagai lapak.
“Pembeli sudah mulai ramai. Dengan dimasukkannya pedagang musiman ke dalam pasar, orang-orang jadi lebih banyak masuk ke dalam. Mudah-mudahan mendekati Lebaran nanti barang dagangan bisa laris manis,” ungkap Ahmad Rido.
Apresiasi terhadap langkah pemerintah juga datang dari pedagang musiman kaos koko di Lantai III Blok A, Afandi. Ia menilai kebijakan tersebut memberi peluang bagi pedagang untuk berjualan dengan kondisi pasar yang lebih tertib dan nyaman.
Afandi berharap upaya penataan pasar yang dilakukan pemerintah tidak hanya berdampak pada momen tertentu seperti Lebaran, tetapi juga mampu menjaga keberlangsungan aktivitas perdagangan di Pasar Pusat Padang Panjang sepanjang waktu.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Pemko. Ke depan kami berharap ada upaya berkelanjutan agar Pasar Pusat terus ramai, tidak hanya pada hari-hari tertentu saja,” tutur Afandi.
Pendapat serupa juga diungkapkan Dani, pedagang jersey musiman di Lantai III Blok A. Ia menilai penataan yang dilakukan pemerintah membuat kondisi pasar terlihat lebih rapi sehingga pengunjung merasa lebih nyaman saat berbelanja.
Dengan meningkatnya aktivitas jual beli menjelang Idul Fitri, para pedagang berharap jumlah pembeli terus bertambah hingga hari raya tiba. Penataan yang dilakukan Pemko Padang Panjang pun diharapkan dapat terus menjaga daya tarik Pasar Pusat sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat. (*)