Berbagai aktivitas digital seperti video call, streaming, penggunaan media sosial, transaksi digital, hingga akses layanan keagamaan secara daring menjadi penyebab utama meningkatnya penggunaan data selama bulan suci.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, IOH melakukan penguatan kapasitas jaringan serta optimalisasi layanan dengan memanfaatkan analisis trafik berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) secara real-time.
EVP - Head of Circle Sumatera IOH, Agus Sulistio menjelaskan bahwa teknologi analisis trafik berbasis AI memungkinkan perusahaan memantau kondisi jaringan secara lebih presisi.
“Di momen Ramadan, masyarakat mengandalkan koneksi untuk menjaga silaturahmi dan menjalankan aktivitas digital sehari-hari. Melalui analisis trafik berbasis AI, kami dapat memantau pergerakan beban jaringan secara lebih akurat dan real-time, sehingga penguatan kapasitas dapat dilakukan tepat di titik yang dibutuhkan. Di Provinsi Aceh, kami telah berhasil memulihkan lebih dari 800 BTS yang terdampak bencana dan saat ini 100 persen BTS Indosat sudah kembali beroperasi," katanya, Selasa (10/3/2026).
Pemulihan infrastruktur tersebut menjadi langkah penting dalam memastikan layanan telekomunikasi tetap berjalan optimal di wilayah yang sebelumnya terdampak bencana.
Sebagai bagian dari kesiapan menghadapi Ramadan dan Lebaran, IOH juga menjalankan sejumlah langkah teknis untuk menjaga stabilitas jaringan. Salah satunya dengan melakukan pemantauan jaringan selama 24 jam penuh sepanjang periode Ramadan hingga Idul Fitri.
Selain itu, perusahaan melakukan peningkatan kapasitas pada sejumlah site prioritas yang berada di jalur mobilitas masyarakat. Upaya lain yang dilakukan adalah menyiapkan BTS bergerak di titik-titik yang diperkirakan mengalami lonjakan trafik data tinggi.
Optimalisasi jaringan juga dilakukan dengan memanfaatkan analisis data berbasis AI yang memungkinkan perusahaan melakukan penyesuaian kapasitas jaringan secara cepat sesuai kebutuhan di lapangan.