"Sahabat-AI dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor dalam ekosistem nasional. Model pengembangannya mencerminkan pendekatan kolektif agar manfaat AI dapat dirasakan luas dan tidak terpusat pada kelompok tertentu," katanya.
Dengan menempatkan kebutuhan lokal sebagai fondasi utama, platform ini diharapkan mampu menjadi penggerak prioritas nasional sekaligus alat pemberdayaan masyarakat.
Konsep inklusivitas menjadi kunci, sehingga akses terhadap AI tidak lagi terbatas oleh latar belakang bahasa, wilayah, maupun kapasitas teknologi.
Di tengah meningkatnya kekhawatiran atas penyalahgunaan AI, Sahabat-AI dibangun dengan sistem pengaman berlapis atau guardrails. Mekanisme ini dirancang agar selaras dengan norma sosial, nilai budaya, serta standar etika yang berlaku di Indonesia.
Langkah tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah menjaga ruang digital nasional tetap sehat dan bebas dari konten negatif. Dengan sistem pengamanan tersebut, interaksi pengguna diharapkan tetap aman tanpa menghambat inovasi.
President Director and Chief Executive Officer (CEO) IOH, Vikram Sinha mengatakan, Sahabat-AI bukan sekadar produk korporasi.
“Sahabat-AI kami hadirkan bukan untuk Indosat, tetapi untuk Indonesia. Platform ini dibangun di atas keyakinan kami bahwa teknologi harus membawa manfaat bagi semua orang. Dengan menjadikan Sahabat-AI terbuka, mudah diakses, dan dapat dimanfaatkan secara luas, kami menghadirkan fondasi inovasi yang dapat digunakan oleh individu, startup, pelaku usaha, maupun institusi publik di seluruh penjuru negeri,” katanya.