Mengusung tema “Pesantren Ramadan Berbasis Smart Surau untuk Padang Juara”, kegiatan ini menjadi momentum penguatan program unggulan Smart Surau.
Konsep ini mendorong masjid dan musala tak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Melalui Pesantren Ramadan, kami berusaha memperkenalkan gerakan Smart Surau dengan beberapa aktivitas seperti Subuh Mubarakah, Revisi Kurikulum MDTA/MDTW, Remaja Masjid Reborn serta Ruang Pembelajaran Digital dan jaringan nirkabel (WiFi) gratis,” ucap Fadly.
Aktivasi program tersebut menjadi pembeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain pembinaan ibadah, peserta juga diperkenalkan pada ruang pembelajaran digital dan fasilitas WiFi gratis, yang diharapkan mampu menunjang literasi keagamaan dan pendidikan berbasis teknologi.
Wali Kota menekankan agar pelaksanaan Pesantren Ramadan tidak berhenti pada penyampaian materi secara teoritis. Ia meminta agar kegiatan lebih menitikberatkan pada praktik ibadah dan pembentukan karakter generasi muda.
“Kami berharap Pesantren Ramadan menjadi puncak muhasabah bagi anak-anak kita yang sudah menerima pembelajaran selama satu tahun ini. Untuk itu kami mengharapkan ada perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya, sehingga bisa terus diingat oleh anak-anak kita,” katanya.
Secara keseluruhan, Pesantren Ramadan 1447 Hijriah di Padang diikuti oleh 84.649 siswa. Rinciannya, 43.382 siswa tingkat SD/Madrasah Ibtidaiyah dan 41.367 siswa SMP/Madrasah Tsanawiyah. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung hingga 15 Maret 2026.
Dengan skala pelaksanaan di 1.100 titik dan puluhan ribu peserta, Pesantren Ramadan di Padang menjadi salah satu agenda keagamaan terbesar di kota tersebut pada Ramadan 1447 Hijriah.