"Pemantauan rutin dilakukan guna memastikan perubahan kondisi di lapangan dapat terdeteksi lebih dini. Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan risiko serta memberikan waktu bagi warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan," kata Gafur.
Selain faktor lokal, ancaman juga diperkuat oleh peringatan dini cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumbar.
Pada Senin (16/2/2026) pukul 14.50 WIB, BMKG menyampaikan bahwa masih berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan petir diserta angin kencang pada pukul 15.00 WIB.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kabupaten Solok, Pesisir Selatan (Pessel), Tanah Datar, Padang Pariaman, Agam, Pasaman, Dharmasraya, Pasaman Barat (Pasbar), Kota Padang Sawahlunto, serta sejumlah daerah lainnya di Sumbar.
BMKG juga menyebutkan bahwa potensi hujan tersebut dapat meluas ke berbagai kabupaten dan kota lain, termasuk wilayah pesisir, dataran tinggi, hingga kepulauan. Kondisi cuaca ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 17.00 WIB.
Kombinasi antara peningkatan debit sungai di Palembayan dan prakiraan cuaca ekstrem menjadi sinyal kuat bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan.
BPBD Kabupaten Agam menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memantau kondisi lingkungan sekitar, terutama bagi warga yang tinggal di dekat aliran sungai atau jalur bekas banjir bandang.
"Warga diimbau untuk segera melaporkan jika melihat tanda-tanda kenaikan debit air secara signifikan, perubahan warna air sungai, atau adanya material kayu dan lumpur yang terbawa arus. Informasi cepat dari masyarakat akan sangat membantu petugas dalam mengambil langkah antisipatif," kata Abdul Gafur.