Pemilihan tahun ini diikuti sekitar 200 peserta yang berasal dari Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) sekolah, Kampung KB, hingga tingkat kelurahan. Sebelum malam apresiasi, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan pembekalan berupa workshop edukatif, termasuk kolaborasi dalam upaya pencegahan stunting di lingkungan masyarakat.
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) memastikan seluruh finalis memperoleh kompetensi yang memadai.
Selama masa karantina, peserta mendapat pendampingan dari psikolog, pakar public speaking, Dinas Kesehatan, hingga BKKBN agar siap menjalankan peran sebagai duta yang kredibel serta mampu menyampaikan edukasi secara efektif.
Sebagai pemenang, Nikita menyatakan komitmennya untuk memperluas jangkauan edukasi GenRe di kalangan sebaya. Ia berharap keberadaan Duta GenRe dapat semakin menginspirasi remaja dalam merencanakan masa depan secara matang dan bertanggung jawab.
“Saya berharap Duta GenRe dapat lebih menginspirasi banyak orang, terutama remaja, dalam merencanakan masa depan mereka dengan matang,” ungkap Nikita.
Senada dengan itu, Fathir menekankan pentingnya penguatan sistem pendukung bagi remaja selama masa jabatannya. Ia menargetkan pembangunan ekosistem GenRe yang lebih baik sekaligus mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam edukasi pendewasaan usia perkawinan sebagai bagian dari upaya mencerdaskan masa depan bangsa.
Keberhasilan penyelenggaraan ajang ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kota Padang, Forum GenRe, BKKBN Provinsi Sumatera Barat, serta berbagai mitra strategis. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga kesinambungan program pembinaan remaja di daerah.
Dengan terpilihnya Duta GenRe Kota Padang 2026, pemerintah daerah menaruh harapan besar terhadap lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki perencanaan hidup yang matang.