“Kami mengapresiasi semangat para kader Posyandu yang luar biasa. Mari kita terus turun ke lapangan, memastikan kesehatan balita, remaja, dan lansia terpantau dengan baik. Kita berharap tidak ada lagi kasus stunting maupun masalah kesehatan lain yang luput dari perhatian,” ujarnya.
Upaya penguatan Posyandu tersebut sejalan dengan berbagai program unggulan yang telah dihadirkan Pemko Padang, seperti Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Gratis, Peduli Warga Emas, dan Dokter Warga.
Seluruh program ini dirancang untuk memberikan jaminan dan kemudahan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Padang, dr Srikurnia Yati, menyebut Pekan Posyandu merupakan wujud konkret komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan dasar yang merata hingga ke tingkat komunitas.
“Saat ini dalam aplikasi e-PPGBM tercatat 58 ribu Balita di Kota Padang, dimana sekitar 2,5 persen atau kurang lebih 1.600 Balita dalam keadaan stunting. Melalui kegiatan ini 100 persen Balita hadir ke Posyandu, sehingga ketika ditemukan dapat kita intervensi,” katanya.
Ia menambahkan, Pekan Posyandu memiliki beberapa tujuan utama, di antaranya mempercepat penurunan stunting melalui validasi data secara real time, mengimplementasikan integrasi layanan primer berbasis siklus hidup, memperkuat ketahanan kesehatan berbasis komunitas, serta mengoptimalkan peran kader sebagai agen perubahan.
Melalui pendekatan tersebut, Posyandu diharapkan semakin kokoh sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan. Tidak hanya berfungsi sebagai tempat layanan, tetapi juga sebagai pusat edukasi, penggerak partisipasi masyarakat, serta basis data kesehatan yang akurat.
“Melalui Pekan Posyandu ini, Pemerintah Kota Padang berharap Posyandu semakin kokoh sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan, serta mampu mewujudkan masyarakat Kota Padang yang sehat, tangguh, dan sejahtera,” pungkasnya. (red)