“Jam Gadang bukan sekadar bangunan bersejarah, melainkan simbol perjalanan panjang bangsa. Seratus tahun Jam Gadang merepresentasikan perjalanan dari masa kolonial menuju kemerdekaan dan persahabatan antarbangsa, sehingga peringatannya harus diisi dengan kegiatan edukatif, kultural, dan berskala internasional,” ujarnya, dikutip Jumat (13/2/2026).
Sejumlah agenda telah disiapkan untuk meramaikan peringatan tersebut. Rangkaian kegiatan meliputi Jam Gadang Cultural Night, seminar nasional dan internasional, lomba fotografi internasional, pameran 100 foto Jam Gadang, pekan sinema, promosi pariwisata, hingga bazar UMKM masyarakat.
Berbagai kegiatan itu dirancang terintegrasi dengan program unggulan daerah 1001 Event guna memperluas dampak ekonomi dan budaya bagi masyarakat.
Ramlan menambahkan, peringatan satu abad Jam Gadang diharapkan menjadi ruang refleksi lintas generasi untuk merawat warisan budaya sekaligus memperkuat ekosistem kebudayaan daerah secara berkelanjutan.
Dengan demikian, nilai sejarah yang melekat pada Jam Gadang dapat terus hidup dan relevan bagi generasi mendatang.
Menanggapi paparan tersebut, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyampaikan apresiasi serta komitmen dukungan dari Kementerian Kebudayaan RI.
Ia menilai sejumlah agenda yang dirancang memiliki potensi untuk diselaraskan dengan program kementerian, termasuk Program Dana Indonesiana yang ditujukan untuk mendukung pemajuan kebudayaan nasional melalui pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan budaya di berbagai daerah.
“Kami mengapresiasi dan mendukung pelaksanaan rangkaian kegiatan 100 Tahun Jam Gadang. Masih ada waktu untuk melakukan sinkronisasi beberapa kegiatan dengan program yang ada di Kementerian Kebudayaan sehingga nantinya terbangun kolaborasi, baik dalam aspek teknis pelaksanaan maupun pendanaannya,” kata Fadli Zon.