"Proses pembangunan tersebut mencerminkan kuatnya kepedulian sosial masyarakat terhadap penguatan sarana ibadah di lingkungannya," katanya.
Ia berharap kehadiran musala ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat salat, tetapi juga berkembang menjadi pusat aktivitas keagamaan yang hidup dan produktif.
Dengan demikian, musala dapat berkontribusi dalam memperluas syiar Islam serta memperkokoh nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
"Semoga Musala Tam An Najah dapat dimakmurkan oleh jamaah, menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat, serta mendukung pelaksanaan program unggulan (Progul) Smart Surau, salah satu dari sembilan Progul Pemko Padang,” ujar Maigus Nasir.
Sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Padang, Maigus Nasir juga menyampaikan apresiasi atas rencana pengembangan Musala Tam An Najah yang akan dilengkapi dengan rumah tahfiz.
"Integrasi antara musala dan rumah tahfiz merupakan langkah strategis dalam memperkuat pendidikan Al-Qur'an sejak usia dini," katanya.
Keberadaan rumah tahfiz di lingkungan musala diyakini mampu menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda yang religius, beriman, dan berakhlak mulia.
Selain itu, konsep tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kota (Pemko) Padang dalam membangun masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.