"Berdasarkan data yang dihimpun, Asmadi memancing ikan bersama empat orang rekannya pada Senin (2/2/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat berpindah posisi memancing, korban tergelincir dan jatuh ke sungai hingga terbawa arus. Upaya pencarian awal sempat dilakukan oleh warga setempat, namun hasilnya masih nihil," katanya.
Dalam operasi ini, Kantor SAR Padang mengerahkan sejumlah peralatan utama, di antaranya rescue car carrier, perahu rafting, peralatan evakuasi, peralatan medis, perangkat komunikasi, serta telepon satelit guna mengatasi keterbatasan sinyal di lokasi.
Sebanyak 72 personel dari berbagai unsur terlibat dalam operasi pencarian, terdiri atas Unit Siaga SAR Solok Selatan, Polres Solok Selatan, BPBD Solok Selatan, BPBD Kerinci, Koramil, RAPI, perangkat Desa Pasar Baru, perangkat Desa Pelompek, perangkat Desa Lubuk Pauh, serta masyarakat sekitar.
"Kondisi medan menjadi salah satu tantangan utama dalam pelaksanaan operasi. Lokasi kejadian berada di area blank spot serta memiliki karakteristik sungai yang curam dan sempit," katanya.
Berdasarkan laporan cuaca, kondisi di sekitar lokasi pencarian terpantau berawan dengan kecepatan angin sekitar 2 knot. Situasi ini dinilai cukup mendukung untuk kelanjutan operasi, meskipun kewaspadaan tetap ditingkatkan.
"Kantor SAR Padang mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai agar meningkatkan kehati-hatian, terutama saat kondisi aliran sungai cukup deras. Operasi SAR dihentikan dengan status korban tidak ditemukan, namun akan dibuka kembali jika kami mendapat informasi terkait keberadaan korban," imbuhnya. (adl)