Wali Kota Padang menjelaskan, dalam tiga bulan pertama masa uji coba Progul Smart Surau, khususnya pada program Subuh berjamaah bagi siswa SD kelas IV, V, dan VI serta SMP kelas VII, VIII, dan IX, telah terlihat dampak yang signifikan.
"Dari sekitar 80 ribu siswa sasaran, lebih dari 53 ribu peserta didik tercatat telah mengikuti salat subuh berjamaah," katanya.
Pelaksanaan program tersebut, kata Fadly, tersebar di 1.523 masjid dan musala di seluruh Kota Padang.
Angka itu menjadi indikator bahwa pendekatan berbasis komunitas dan rumah ibadah mampu menggerakkan partisipasi luas, baik dari siswa, orang tua maupun pengelola masjid.
“Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak, terutama pengurus masjid, pengelola Smart Surau, orang tua murid, guru TPQ/TQA/MDT/MDTA, guru sekolah, serta Satgas Smart Surau di tingkat kota, kecamatan, dan kelurahan,” katanya.
Fadly Amran juga menekankan bahwa pelaksanaan Pesantren Ramadan tahun ini diharapkan lebih menitikberatkan pada praktik ibadah.
Ia menilai, para siswa pada dasarnya telah memperoleh bekal teori keagamaan di sekolah, sehingga penguatan melalui praktik langsung akan memberikan dampak yang lebih nyata.
Pendekatan tersebut diyakini mampu membentuk kebiasaan positif, sekaligus memperkokoh nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari pelajar.