Sumbardaily.com, Palembang - Percepatan adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Indonesia menghadirkan peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi digital.
Namun, di balik peluang tersebut, tantangan yang mengemuka bukan lagi sekadar soal ketersediaan teknologi, melainkan kesiapan sumber daya manusia dan pemerataan literasi digital di berbagai daerah.
Menjawab tantangan itu, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama Nokia menghadirkan program Generasi Digital dan AI (GENsi) di Universitas Sriwijaya (UNSRI) Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).
Program ini dirancang untuk memperkuat literasi digital, meningkatkan kesadaran akan keamanan siber, serta mempersiapkan talenta muda agar siap berperan aktif dalam ekosistem AI nasional.
Berbeda dari pola pelatihan konvensional yang bersifat sesaat, GENsi dibangun sebagai intervensi ekosistem pembelajaran berkelanjutan.
Tujuannya bukan hanya meningkatkan pengetahuan individu, tetapi juga menciptakan penggerak literasi digital yang mampu menularkan kompetensi ke lingkungan sekitarnya.
Melalui pendekatan hybrid, program ini mengombinasikan pelatihan tatap muka berbasis kampus dengan pembelajaran mandiri melalui platform Learning Management System (LMS). Secara nasional, GENsi menargetkan menjangkau 10 ribupenerima manfaat dari berbagai wilayah di Indonesia.