"Berdasarkan data yang dihimpun, Asmadi memancing ikan bersama empat orang rekannya pada Senin pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat berpindah posisi memancing, korban tergelincir dan jatuh ke sungai hingga terbawa arus. Upaya pencarian awal sempat dilakukan oleh warga setempat, namun hasilnya masih nihil," katanya.
Memasuki hari keempat, tepatnya pada Kamis (5/2/2026), kata Abdul Malik, Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan Operasi SAR sejak pukul 07.00 WIB.
"Pencarian difokuskan pada area seluas kurang lebih lima kilometer sesuai rencana operasi H4. Tim dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk mempercepat proses pencarian," ujarnya.
SRU 1 melakukan penyisiran darat dan sungai di sisi kiri dan kanan sungai dari koordinat B (1°37'27.10"S - 101°20'16.66"T) menuju koordinat C (1°36'37.00"S - 101°19'31.00"T) sejauh 2,5 kilometer.
Sementara itu, SRU 2 melaksanakan penyisiran menggunakan perahu rafting serta jalur darat dan sungai di sisi kiri dan kanan dari koordinat C menuju koordinat D (1°35'48.36"S - 101°18'48.81"T) dengan jarak yang sama.
“Pukul 18.00 Wib, Operasi SAR dihentikan dengan hasil nihil dan dilanjutkan pada Jumat (6/2/2026) pagi pukul 07.00 wib,” kata Abdul Malik.
Dalam operasi ini, Kantor SAR Padang mengerahkan sejumlah peralatan utama, di antaranya rescue car carrier, perahu rafting, peralatan evakuasi, peralatan medis, perangkat komunikasi, serta telepon satelit guna mengatasi keterbatasan sinyal di lokasi.
Sebanyak 72 personel dari berbagai unsur terlibat dalam operasi pencarian, terdiri atas Unit Siaga SAR Solok Selatan, Polres Solok Selatan, BPBD Solok Selatan, BPBD Kerinci, Koramil, RAPI, perangkat Desa Pasar Baru, perangkat Desa Pelompek, perangkat Desa Lubuk Pauh, serta masyarakat sekitar.