Menurutnya, keberhasilan Pesantren Ramadan tidak bisa dilepaskan dari kolaborasi lintas elemen, mulai dari pengurus masjid, tenaga pendidik, instruktur, hingga peran keluarga di lingkungan rumah.
“Kesuksesan Pesantren Ramadan membutuhkan dukungan semua pihak, mulai dari pengurus masjid, guru, instruktur, elemen masyarakat, hingga peran penting keluarga di rumah. Mari kita sukseskan bersama demi melahirkan generasi muda Kota Padang yang beriman dan berakhlak mulia,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Padang, Jasman mengatakan, pelatihan MoT menjadi instrumen penting untuk menyeragamkan standar materi dan metode pembelajaran di lapangan.
“Melalui pelatihan MoT ini, kita berharap kualitas Pesantren Ramadan semakin meningkat, baik dari sisi materi, metode pembelajaran, maupun pelaksanaannya,” katanya.
Ia menyebutkan, Pesantren Ramadan 1447 Hijriah akan dilaksanakan pada 23 Februari hingga 15 Maret 2026 dan menjangkau lebih dari seribu masjid serta musala di seluruh Kota Padang. Program ini menyasar sekitar 85 ribu peserta didik tingkat SD/MI dan SMP/MTs.
Menariknya, pelaksanaan Pesantren Ramadan di Padang juga memberi ruang inklusif bagi peserta didik non-Muslim.
Selama bulan Ramadan, siswa non-Muslim mengikuti kegiatan pembelajaran di rumah ibadah masing-masing, sesuai dengan keyakinan mereka.
Selain pembelajaran keagamaan, Pesantren Ramadan tahun ini diperkaya dengan beragam aktivitas ekstrakurikuler berbasis konsep Smart Surau.