Ia menegaskan, pemerintah pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun yang sepenuhnya dialokasikan untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur di Sumbar.
Anggaran tersebut difokuskan pada pemulihan infrastruktur vital yang menunjang kehidupan masyarakat, termasuk layanan air bersih.
“Total bantuan pemerintah pusat untuk Sumbar mencapai Rp2,6 triliun. Seluruh anggaran ini difokuskan untuk memastikan pemulihan infrastruktur penting, salah satunya penyediaan air bersih bagi masyarakat,” tegasnya.
Dody menambahkan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah pusat berkomitmen memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi pascabencana.
Dalam masa penanganan sementara, balai teknis dan PDAM setempat telah mengerahkan mobil tangki air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sembari menunggu penyelesaian pembangunan sumur bor.
“Kami minta masyarakat bersabar. Target kami, sebelum Ramadan, persoalan air bersih di Kota Padang sudah dapat teratasi,” kata Dody.
Sementara itu, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan bahwa kondisi kekeringan yang terjadi di Kota Padang saat ini tergolong cukup berat.
Ia menyebut, dampak paling signifikan dirasakan masyarakat di Kecamatan Pauh dan Kuranji, meskipun gangguan pasokan air bersih juga terjadi di wilayah lainnya.