Ia menegaskan, kerusakan infrastruktur akibat banjir tidak boleh berujung pada terhentinya roda ekonomi warga. Pemerintah, menurutnya, berkewajiban memastikan masyarakat tetap berdaya di tengah proses perbaikan yang berlangsung.
“Mata pencariannya tidak boleh ikut putus. Kami berupaya cepat agar dampak buruk ini teratasi sekaligus membuka kesempatan masyarakat berpartisipasi dalam pekerjaan,” lanjutnya.
Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan perhatian langsung dari Kementerian PU terhadap kondisi Bendungan Koto Tuo yang terdampak banjir.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Padang siap bersinergi dan memberikan dukungan penuh agar seluruh tahapan penanganan dapat berjalan lancar dan sesuai target.
“Kami mengapresiasi perhatian dan langkah cepat dari Bapak Menteri PUPR beserta jajaran. Pemerintah Kota Padang siap berkolaborasi dan mendukung penuh agar penanganan pascabanjir ini bisa segera diselesaikan dan masyarakat kembali merasa aman,” ujar Fadly Amran.
Fadly juga berharap percepatan normalisasi Bendungan Koto Tuo dapat segera memberikan ketenangan bagi warga Kecamatan Koto Tangah. Menurutnya, bendungan tersebut memiliki peran vital dalam sistem pengairan sekaligus pengendalian air di kawasan tersebut. (red)