Lebih lanjut, Tri menyebutkan bahwa hasil evaluasi teknis menunjukkan kekeringan tidak hanya disebabkan terganggunya aliran permukaan, tetapi juga karena menurunnya tinggi muka air tanah. Akibatnya, sejumlah sumur dangkal milik warga tidak lagi mampu menyediakan air.
Melalui pengaliran kembali air ke jaringan irigasi Gunung Nago, pemerintah berharap cadangan air tanah dapat terisi secara bertahap.
Dengan demikian, fungsi sumur-sumur warga dapat kembali normal seiring meningkatnya resapan air ke dalam tanah.
Saat ini, BWS Sumatera V juga tengah membangun intake sementara agar air dapat segera dialirkan ke saluran irigasi utama.
Upaya ini ditargetkan mulai berfungsi dalam waktu dekat untuk meredam dampak kekeringan yang dirasakan warga Kecamatan Pauh dan Kuranji.
“Saat ini BWS Sumatera V tengah membuat intake sementara agar air dapat mengalir ke saluran irigasi Gunung Nago. Kita berharap dalam satu hingga dua hari ke depan, saluran sudah dapat dialiri air sehingga dapat mengatasi kekeringan di Kecamatan Pauh dan Kuranji,” pungkas Tri. (red)