5 Orang Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Jalan Padang–Bukittinggi, Ini Identitasnya

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Senin, 26 Januari 2026 | 15:38 WIB
Kecelakaan beruntun di kawasan Pendakian Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar, tepatnya di sekitar Pesantren Nurul Ikhlas, Senin (26/1/2026) pagi sekitar pukul 08.45 WIB. (Foto: Istimewa)
Kecelakaan beruntun di kawasan Pendakian Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar, tepatnya di sekitar Pesantren Nurul Ikhlas, Senin (26/1/2026) pagi sekitar pukul 08.45 WIB. (Foto: Istimewa)


Sumbardaily.com, Tanah Datar – Lima orang tewas dalam kecelakaan beruntun yang terjadi di kawasan Pendakian Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Senin pagi (26/1/2026) sekitar pukul 08.45 WIB. Insiden maut tersebut dipicu oleh sebuah truk kargo yang terguling di jalur pendakian dan memicu tabrakan beruntun sejumlah kendaraan yang melintas di belakangnya.





Kecelakaan terjadi di salah satu ruas jalan yang dikenal memiliki kontur menanjak dan menurun tajam. Truk kargo yang melintas di jalur tersebut dilaporkan terguling hingga menutup sebagian badan jalan. Kondisi ini membuat kendaraan lain tidak sempat menghindar dan akhirnya terlibat dalam tabrakan beruntun.





Kasatlantas Polres Padang Panjang AKP Pifzen Finot menyatakan bahwa setelah menerima laporan, petugas segera dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi korban dan pengamanan arus lalu lintas.





“Berdasarkan pendataan awal di lokasi kejadian, kecelakaan melibatkan tiga unit sepeda motor, satu unit kendaraan roda enam, dan satu unit kendaraan roda delapan belas,” katanya, Senin siang.





Selain menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, insiden tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada tiga unit warung yang berada di sekitar lokasi kejadian akibat benturan kendaraan.





Akibat posisi truk yang melintang di badan jalan, arus lalu lintas di kawasan Pendakian Panyalaian sempat terganggu. Kendaraan dari arah Padang Panjang maupun Tanah Datar sempat mengalami perlambatan, sehingga petugas kepolisian harus melakukan pengaturan lalu lintas secara manual untuk mencegah kemacetan yang lebih panjang.





Data dari RS Yarsi mencatat dua korban meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. Korban pertama adalah Alfizar (51), petani, warga Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. Korban kedua yakni Yan Rahmat Fajri (33), wiraswasta, warga Bukit Apit Puhun, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukittinggi.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X